28 Juli 2009

Catatan Ekspedisi Muaro Upang

Muaro Upang, 26 Juli 2009
08:00 wib

Pagi ini kembali aku menyiapkan peralatan dan perbekalan yang mungkin dibutuhkan disana, informasi yang ku dapat mengatakan bahwa Muaro Upang adalah tempat yang luas dan sangat panas.
Setelah berkemas dan teman-teman berkumpul, kami langsung menuju Kenten tempat dimana kami akan memulai perjalanan sungai dengan Kapal.
Sepanjang sungai yang kami lalui, banyak terdapat sisa-sisa kejayaan pabrik kayu yang sekarang hanya tinggal puing-puing berserakan. Sungai ini airnya tidak terlalu deras dan cukup lebar untuk dilalui oleh kapal-kapal kayu seperti kapal yang kami naiki ini.
Perjalan sungai ini semakin lama semakin terasa menegangkan, betapa tidak, sungai yang tadinya cukup lebar dan dalam ini semakin lama semakin mengecil dan dangkal. Beberapa kali sang Nahkoda harus mengurangi kecepatan Kapal karena khawatir akan membentur dasar sungai.
Kini yang kami temui bukanlah rumah-rumah kayu lagi, namun hutan belantara yang di dominasi oleh pohon-pohon mangrove dengan kokohnya mengakar dipinggiran sungai.
Setelah perjalanan panjang selama lebih kurang tiga jam, akhirnya kami tiba di Muaro Upang, tempat dimana kami harus menjatuhkan kail kami berlomba untuk mendapatkan ikan-ikan terberat dan terbanyak.
Teman-teman TeCePe telah bersiap dengan kailnya masing-masing, dan tak lama kemudian satu persatu mereka berteriak kegirangan mendapatkan Ikan-ikan.
Hari sudah mulai sore, tepat pukul 18.00 wib, kapal beranjak meninggalkan Muaro Upang menuju Kenten. Semakin masuk kedalam sungai kecil maka semakin gelap jarak pandang yang bisa kami lihat. Diatas kapal aku tertegun melihat keindahan alam, sungguh begitu tenang kehidupan disini, dan satu hal yang sangat indah dimalam itu, disepanjang pinggir sungai, ribuan kunang-kunang berkerlipan dipohon-pohon mangrove, sungguh mirip dengan keagungan angkasa raya.
Ditengah perjalanan, kami harus menghentikan laju kapal kayu kami, didepan tampak ada dua kapal besar sedang melintang menghalangi siapa saja yang ingin melewati sungai gelap ini, suasana semakin mencekam dikala kapal kami mulai mendekati kapal besar itu. Bagi kami yang belum pernah mengalami kejadian seperti ini tentu berpikiran yang macam-macam. Tapi untunglah kapal besar itu hanya kapal yang sedang memindahkan muatan kelapa sawitnya.
Sesampainya dirumah Bro Anton, maka kami beristirahat sejenak sembari menyeruput kopi dan makan pempek hangat, sungguh lelah perjalanan ini, kutatap satu persatu teman-teman yang sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri ini, nampak jelas rasa lelah di wajah mereka, lalu aku tersenyum sendiri dan berkata didalam hati "Jangan khawatir Bro...kisah perjalan kita ini kelak akan kita rindukan kembali dan akan menjadi cerita untuk penerus-penerus kita nanti...kelak kalian akan menceritakan sebuah Persahabatan yang indah kepada anak dan cucu kalian...bahwa Persahabatan sejati itu benar-benar ada dan nyata..."
Setelah beberapa saat, suasana senyap itu berubah menjadi keriuhan kembali tatkala beberapa Juri mengumumkan juara-juara Fun Fishing kali ini, Juara Terberat I, II dan III masing-masing mendapatkan Uang ratusan ribu dan akan di transfer ke rekening Pesirah masing-masing Pemenang. Selain itu juga, ada satu lagi Katagori pemenang yang belum diumumkan, yaitu katagori Terbanyak I, II dan III,dan surprise sekali ternyata diriku masuk menjadi juara III.
Sesuai dengan kesepakatan, Pemenang Terberat kali ini akan diangkat oleh Pengurus TeCePe menjadi Ketua TeCePe Fun Fishing Group.
Malam semakin merangkak naik, kami sepakat untuk pulang kerumah sembari meninggalkan pengalaman seru dikepala masing-masing. Akhhh benar-benar senang rasanya, kunantikan ekspedisi-ekspedisi lain yang lebih menantang bersama kalian Bro...Selamat Malam......

0 komentar:

Posting Komentar

Blog ini adalah blog Dofollow, tinggalkan pesan disini untuk mendapatkan Backlink...